Selasa, 10 Mei 2011

PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

Gangguan Keamanan

Standar Kompetensi
Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia sejak proklamasi hingga lahirnya orde baru.
Kompetensi Dasar
Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman disintegrasi bangsa terutama dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan.
Indikator :
• Mendeskripsikan gejolak sosial di berbagai daerah pada awal abad kemerdekaan.
• Mendeskripsikan perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman dari luar.
• Mendeskripsikan perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman dari dalam negeri (PKI Madiun, DI/TII, Andi Azis, RMS, PRRI, Permesta, G 30 S ‘ 65 / PKI)


Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, muncul gangguan-gangguan keamanan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Dari dalam negeri muncul ancaman dari pemberontakan – pemberontakan seperti PKI Madiun, DI/TII, Andi Azis, RMS, PRRI, Permesta, G 30 S PKI, sedangkan dari luar negeri muncul gangguan keamanan dari Belanda yang berusaha untuk menjajah Indonesia kembali. Sehingga diperlukan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangan menghadapi ancaman dari luar
1. Perjuangan Bersenjata
a. Bandung Lautan Api
b. Pertempuran Surabaya (10 November 1945)
c. Pertempuran Ambarawa – Magelang
d. Pertempuran Medan Area
d. Pertempuran 5 hari di Semarang
e. Agresi Militer Belanda
1). Agresi Militer Belanda I
2). Agresi Militer Belanda II

Langkah yang diambil oleh pemerintah RI adalah

1. Presiden dan wakil presiden dan pejabat tinggi yang lain tetap berada di dalam kota
agar dekat dengan KTN.
2. Pembentukan PDRI di Sumatera oleh Syarifuddin Prawiranegara.
3. Bila PDRI di Sumatera gagal,agar Mr. Maramis membentuk PDRI di India.
4. TNI melaksanakan gerilnya
• Perebutan kota Yogyakarta dilakukan oleh Letkol Soeharto yang dikenal dengan istilah Serangan 1 Maret 1949 dan berhasil menduduki Yogya selama 6 jam.
• Makna serangan ini adalah :
• Ke dalam : Menumbuhkan dorongan /semangat kepada TNI yang berjuang serta rakyat Indonesia
• Keluar : membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI dan RI masih ada

Perjuangan dengan Diplomasi
1. Perundingan Linggarjati (10 – 15 November 1946)
- Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia denga wilayah kekuasaannya yang meliputi Sumatra, Jawa, dan madura
- Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia serikat, dengan nama RIS, yang salah satu bagiannya adalah Negara Indonesia
- RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia – Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya
Setelah disetujui oleh kedua belah pihak , Belanda melakukan pelanggaran
dengan melakukan agresi Militer I
2. Perundingan Renville 17 Januari 1948
3. Perundingan Roem-Royen (17 April – 7 Mei 1949)
4. Peranan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
• sidang yang dilakukan PBB ada beberapa hasil yang memperjelas posisi Indonesia, yaitu :
• Piagam pengakuan kedaulatan (27 Desember 1949)
• Pembentukan RIS
• Pembentukan Uni Indonesia-Belanda
• Pembubaran tentara KNIL dan KL yang diintegrasikan ke dalam APRIS
• Piagam tentang kewarganegaraan
• Persetujuan tentang ekonomi keuangan
• Masalah Irian Barat akan dibicarakan kembali setahun kemudian
• Maka dalam pengakuan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 berakhirlah masa revolusi bersenjata di Indonesia secara de jure. Pihak Belanda telah mengakui kemerdekaan
5. Konferensi Meja Bundar (KMB)
6. Terbentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat)
7. Pengakuan Kedaulatan
• Pada tanggal 27 Desember 1949 pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia kepada RIS. Penyerahan dan sekaligus pengakuan kedaulatan itu dilakukan di dua tempat, yaitu :
• Di negeri Belanda, Ratu Juliana, PM. Willem dress, dan Menteri Seberang lautan Mr.A.M.J.M. Sassen menyerahkan kedaulatan kepada ketua delegasi Indonesia (RIS) Rrs. Moh. Hatta.
• Di Jakarta, wakil tinggi mahkota A.H.J.Lovink menyerahkan kedaulatan kepada wakil pemerintah RIS Sri Sultan HB IX
• Setelah diadakan penyerahan kedaulatan pada 27 desember 1949 pemerintah Belanda secara resmi telah mengakui kedaulatan Indonesia.

Perjuangan menghadapi gangguan keamanan dalam negeri
1. APRA di Bandung maupun Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Kapten Reymond Westerling pada bulan januari 1950. Penyebabnya adalah karena tuntutan Westerling agar APRA ( eks KNIL) yang berada di Jawa Barat dijadikan tentara Negara Jawa Barat serta penolakan pembubaran Negara Jawa Barat, ditolak oleh Pemerintah RIS
2. Pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan
Kapten Andi Aziz adalah bekas perwira KNIL yang telah diterima dalam APRIS dan bertugas di Sulawesi selatan. Pembrontakan Andi Aziz berhubungan dengan rencana pemerintah RIS yang akan mendatangkan 1 batalyon APRIS ke Sulawesi selatan yang saat itu tidak aman karena sering dilanda demontrasi , bail oleh yang pro maupun yang anti Negara federal. Rencana ini ditentang oleh Andi Aziz yang berujung pada pembrontakan Andi Aziz bulan April 1950
3. RMS (Rep. Maluku Selatan), sejak bulan April 1950 yang dipelopori oleh Mr. DR. Ch. R.S. Soumokil (mantan jaksa agung NIT). Menghadapi gerakan RMS yang merupakan gerakan separatis, pemerintah berusaha menyelesaikan secara damai dengan mengirim misi Dr. Leimena. Karena gagal maka pemerintah menghadapinya dengan perjuangan bersenjata melaui ekspedisi militer yang dipimpin oleh Kol. Alex Kawilarang
4. Yang dilakukan oleh elemen-elemen bangsa Indonesia sendiri
a. Penumpasan pemberontakan PKI Madiun
b. Pemberontakan DI/TII diberbagai daerah
c. Gerakan DI/TII di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar
d. Pemerintah revolusioner Rakyat Indonesia (PRRI) Perjuangan Rakyat Semesta
(PERMESTA).

Pemerintah mengambil beberapa langkah Dalam menghadadapi pembrontakan
antara lain :
• Memecat oknum-oknum yang terlibat secara tidak hormat.
• Membekukan Kodam Sumatera Tengah.
• Operasi penumpasan pemberontakan PRRI /Permesta :
– Operasi Tegas dilaksanakan di Riau untuk mengamankan instalasi minyak dan mencegah campur tangan asing, dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution.
– Operasi 17 Agustus di daerah Sumatera Barat dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani
– Operasi Sapta Marga di Sumatera Utara dipimpin oleh Brigadir Jenderal Djatikusumo.
– Operasi Sadar di Sumatera Selatan dipimpin Letkol Dr. Ibnu Sutowo.
– Operasi Merdeka merupakan operasi gabungan yang dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat yang terdiri atas :
• Operasi Saptamarga I di Sulawesi Utara bagian Tengah dipimpin oleh Letkol Soemarsono.
• Operasi Saptamarga II di Sulawesi Utara bagian Selatan dipimpin oleh Letkol Agus Pramono.
• Operasi Saptamarga III di sekitar Menado dipimpin oleh Letkol Magenda
• Operasi Saptamarga IV di wilayah Sulawesi Utara dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat.
» Operasi Mena I di daerah Jailolo dipimpin oleh Letkol Pieters
» Operasi Mena II untuk merebut lapangan udara Morotai dibawah pimpinan Letkol Kiko Hunholz.

Pengkhianatan G 30 S/PKI dan penumpasannya
• Tujuan utama PKI adalah menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.
• Langkah-langkah yang ditempuh PKI dalam rangka melaksanakan / mencapai tujuan antara lain :
– Melakukan aksi sepihak, sabotase, aksi terorisme seperti peristiwa Jengkol, peristiwa Indramayu, Peristiwa Boyolali, peristiwa Kanigoro, Bandar Betsy, dsb.
– Merumuskan metode kombinasi tiga bentuk perjuangan (MKTBP)
– Memanipulasi terhadap pidato-pidato kenegaraan seperti : Jarek, Resopim, Takem, Gasuri, Tavip, dan Takari.
– Membentuk biro khusus di bawah pimpinan Syam Kamaruzaman.
– Melakukan penyusupan ke tubuh ABRI, organisasi politik maupun organisasi masyarakat.
– Mengajukan usul pembentukan angkatan kelima setelah ABRI yaitu rakyat yang dipersenjatai.
– Melakukan aksi fitnah terhadap para Jenderal AD dan dokumen Gilshrist.
– Melaksanakan latihan militer di Lubang Buaya Pondokgede Jakarta.
• Menebarkan isu tentang kondisi kesehatan Presiden Soekarno yang semakin memburuk

Pelaksanaan Pemberontakan G 30 S/PKI
• Untuk melancarkan pemberontakan, PKI telah menyusun organisasi gerakan yaitu :
– Pimpinan gerakan : Dipo Nusantara Aidit.
– Pimpinan pelaksanaan : Syam Kamaruzaman.
– Pimpinan militer : Letkol Inf. Untung, Kol. Inf. Latief, Mayor Udara Suyono, Brigjen Suparjo
– Pimpinan sipil : Syam dan Pono
– Pimpinan observasi : Bono (Waluyo)
• Sasaran utama G 30 S adalah para perwira tinggi AD dan untuk memperlancar usaha tersebut maka dibentuklah kesatuan bersenjata yaitu :
• Pasukan Pasopati yang bertugas menculik 7 perwira tinggi AD dipimpin oleh Lettu Inf. Dul Arief.
• Pasukan Bima Sakti bertugas menguasai kota Jakarta di pimpin oleh Kapten Suradi.
• Pasukan Gatotkaca dipimpin Mayor udara Gatot Sukrisna bertugas sebagai pasukan cadangan di Lubang Buaya.

Penumpasan Pemberontakan G 30 S/PKI
• Langkah-langkah yang diambil antara lain :
– Memerintahkan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edi Wibowo untuk merebut kembali RRI pusat komunikasi.
– Mengadakan kontak dengan Pangdam V Jaya.
– Menetralisir dan menyadarkan pasukan yang dipengaruhi G 30 S/PKI
– Mengumandangkan siaran radio yang pada intinya menyebutkan bahwa telah terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh PKI.
– Mengadakan operasi penumpasan di pusat / basis kekuatan PKI.
– Mencari tempat para jenazah korban keganasan PKI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar